1. Apakah ada kesulitan yang Anda alami saat mengerjakan proyek
ini?
2. Apa tujuan utama proyek Anda?
3. Bagaimana cara membuat program Anda lebih interaktif dengan
menambahkan tombol tekan untuk mengontrol LED secara manual?
4. Jika Anda ingin mengontrol beberapa LED sekaligus, bagaimana
Anda akan memodifikasi program Anda?
5. Bagaimana cara menambahkan fitur agar LED dapat berubah warna
berdasarkan nilai sensor cahaya?
6. Bagaimana cara menyelesaikan masalah jika program Arduino tidak
berjalan seperti yang diharapkan?
7. Jika nilai yang dibaca dari sensor cahaya tidak stabil, apa yang
harus dilakukan?
8. Jika LED tidak menyala, apa saja kemungkinan penyebabnya?
Bagaimana cara mengisolasi masalah tersebut?
9. Jika Anda ingin menambahkan fitur agar LED berkedip ketika nilai
sensor cahaya berubah secara tiba-tiba, bagaimana Anda akan memodifikasi
algoritma Anda?
10. Bagaimana cara membuat program Anda lebih efisien?
11. Buatlah diagram alir atau pseudocode yang menggambarkan alur
program Anda.
12. Jelaskan fungsi dari fungsi analogRead() dan digitalWrite()
dalam kode Anda.
13. Tuliskan kode Arduino yang dapat membaca nilai analog dari
sensor cahaya dan menyalakan LED jika nilainya di bawah ambang batas tertentu.
14. Mengapa resistor diperlukan dalam rangkaian ini? Apa yang akan
terjadi jika resistor tidak digunakan?
15. Buatlah diagram rangkaian yang lengkap dan benar. Tunjukkan
bagaimana setiap komponen terhubung satu sama lain.
Arduino Kit Pemula dilengkapi dengan berbagai komponen
elektronik yang siap mendukung kamu untuk membuat proyek-proyek Arduino menjadi
lebih menarik. Kamu dapat mencoba merangkai satu persatu proyek Arduino dari
setiap latihan menggunakan komponen yang ada pada kit ini. Untuk mendapatkan
Arduino Kit Pemula bisa kamu dapatkan disini.
Arduino — sebuah sistem minimum yang akan menjadi otak dari semua proyek
yang akan kamu buat.
Breadboard — sebuah papan percobaan dimana kamu dapat
membangun berbagai rangkaian elektronik tanpa harus menyolder dari satu kaki
komponen ke kaki komponen lainnya, untuk menghubungkannya hanya cukup
menancapkannya pada lubang dari setiap barisnya.
Kontruksi bagian dalam pada sebuah breadboard terlihat seperti pada gambar,
dari setiap baris lubang 1 - 30, 5 lubang yang berlabel a - e terhubung semua,
begitu juga 5 lubang f - j terhubung semua. Pada bagian kedua sisi lubang yang
terdapat label - (negatif) dan + (positif) terbung semua dari ujung kiri sampai
ujung kanan.
Kabel jumper — digunakan untuk menghubungkan tiap
kaki komponen yang berjauhan pada rangkaian breadboard, dan untuk menghubungkan
dari kaki komponen ke papan Arduino.
Light Emitting Diode (LED) — merupakan tipe dioda
yang dapat berpendar/bercahaya ketika dilalui arus listrik. Seperti semua tipe
dioda, arus listrik hanya mengalir satu arah melalui komponen ini. Kamu sering
menjumpai LED sebagai indikator pada peralatan elektronik.
Kaki anoda, yang biasanya dihubungkan dengan tegangan positif memiliki kaki
yang lebih panjang, sedang kaki katoda ukurannya lebih pendek.
LED RGB — adalah sebuah LED yang di dalamnya terdapat
tiga nyala LED berwarna dasar red-green-blue (merah-hijau-biru), perpaduan dari
tiga warna tersebut dengan tingkat kecerahan yang berbeda dapat menghasilkan
semua kombinasi warna.
Liquid Crystal Display (LCD) — merupakan media
penampil alfanumerik yang menggunakan kristal cair sebagai medianya. LCD tipe
ini terdapat dalam beberapa ukuran dan bentuk. Yang digunakan pada Kit ini
mempunyai 2 baris dengan 16 karkter tiap barisnya.
Buzzer — merupakan komponen elekronika yang berfungsi
merubah getaran listrik menjadi getaran suara. Terdapat dua tipe buzzer yaitu
buzzer aktif (memproduksi getaran sendiri hanya dengan diberi tegangan 5V) dan
buzzer pasif (membutuhkan simulasi pulsa tegangan untuk menghasilkan getaran
suara), pada Kit ini menggunakan active buzzer 5V. Kamu dapat menggunakan
buzzer untuk menghasilkan music yang sederhana.
Resistor — berfungsi untuk menghambat aliran listrik
pada rangkaian, sehingga dapat menghasilkan perubahan arus dan tegangan. Nilai
resistor dinyatakan dalam satuan Ω (ohm). Susunan cincin warna yang melingkar
pada bodi resistor menunjukan nilai hambatanya.
Photoresistor — (disebut juga sebagai LDR -
lightdependent resistor) sebuah variabel resistor yang nilai hambatannya
bergantung dari intensitas yang diterima pada permukaan sensor tersebut.
Potensiometer — adalah sebuah resistor yang nilai
hambatannya dapat diatur sesuai posisi putaran knob. Ketika pada kedua sisi
kaki potensiometer diberi tegangan ground dan positif 5V, maka pada kaki
tengahnya akan mengeluarkan variabel tegangan dari 0 - 5V sesuai dengan posisi
putaran knob.
Push button — adalah sebuah saklar yang menghubungkan
arus pada suatu rangkaian ketika knobnya ditekan. Saklar sangat cocok dipasang
pada pin digital input untuk mendeteksi sinyal on/off.
Servo — adalah motor yang mempunyai gearbox dan dapat
berputar dengan posisi yang presisi sesuai yang diperintahkan, untuk jenis ini
hanya bisa berputar 180 derajat. Putarannya dapat dikontrol dengan memberikan
pulsa tegangan dari analog output Arduino, pulsa tegangan tersebut yang
memerintahkan servo untuk berputar pada posisi tertentu.
Modul relay — pada dasarnya relay adalah sebuah
saklar yang dikontrol secara elektronik, untuk mengubah kondisi saklar menjadi
on atau off menggunakan arus listrik yang dikenakan pada lilitan magnet di
dalamnya. Pada modul relay ini selain terdapat komponen relay sudah dilengkapi
juga dengan komponen tabahan seperti led sebagai indikator, transistor sebagai
pengendali, dan terminal, sehngga mudah untuk menggunakannya bersama Arduino
dengan tegangan kerja 5V.
DHT11 — merupakan sensor untuk mengukur suhu dan
kelembapan udara sekitar. Output yang keluar dari sensor ini sudah berupa data,
sehingga memerlukan penggunaan library pada sketch programnya. Untuk membaca
data dari sensor ini hanya memerlukan satu sinyal pin digital dengan pembacaan
data tiap 2 detik sekali, serta pin VCC (Power 5V) dan GND (Ground).
Modul Ultrasonik — dapat berfungsi sebagai sensor
jarak untuk mengukur jarak dari 2cm - 400cm dan memiliki tingkat akurasi
sekitar 3mm. Pada modul ini terdapat sensor ultrasonik penerima, pemancar dan
rangkaian kontrol. Hanya terdapat empat pin untuk menghubungkannya dengan
Arduino: VCC (Power 5V), Trig (Trigger), Echo (Receive), dan GND
(Ground).
Kabel USB — berfungsi untuk menghubungkan antara
Arduino Uno dengan perangkat komputer atau Android (perlu OTG adapter), sebagai
jalur pemograman. Melalui kabel USB ini juga berfungsi untuk memberikan sumber
tegangan untuk setiap rangkaian proyek yang terhubung dengan Arduino.
Tidak ada komentar